PENDIDIKAN

Senin, 08 Maret 2010

Education sex

Berita tentang kehamilan di luar nikah sudah sering kita dengar dan seolah hal ini telah menjadi sesuatu yang biasa. Dunia menjadikan dosa sebagai sesuatu yang lumrah, sehingga tidak perlu dihindari atau dibenci. Seorang artis Kristen bahkan juga memberi kesaksian hidup seperti yang dunia tunjukkan, melakukan hubungan seks bebas sampai hamil.

Pengaruh budaya barat mungkin memberi kontribusi terbesar bagi masyarakat Indonesia dan kemajuan teknologi turut menyumbang peranan dalam penyebaran budaya yang buruk tersebut. Amerika bisa jadi adalah negara yang sering dituding kelompok tertentu sebagai bangsa yang merusak moral melalui media/film yang gencar mereka produksi termasuk di dalamnya film porno.

Di Amerika sendiri, masalah ini juga menjadi perhatian serius dan terus dilakukan berbagai usaha untuk menekannya. Memberikan pendidikan seks sejak dini adalah salah satu cara untuk mengurangi laju pertumbuhan seks pranikah, baik diberikan di rumah ataupun di sekolah.

Namun penelitian terbaru di University of Pennsylvania School of Medicine, Amerika Serikat menyatakan bahwa program pantang melakukan seks (abstinence) ternyata lebih efektif mencegah seks bebas di kalangan remaja dibanding pendidikan seks di sekolah (sex education).

Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine menunjukkan bahwa program-program edukasi yang mendorong siswa untuk tidak melakukan hubungan seks, lebih berhasil daripada pendidikan seks itu sendiri.

Separuh siswa yang mengambil kelas pendidikan seks dengan pengajaran informasi kontrasepsi tetap melakukan hubungan seks dalam dua tahun ke depan. Sebaliknya, hanya satu dari tiga siswa yang terus melakukan hubungan seks setelah menjalankan program yang terfokus pada larangan melakukan hubungan seks, seks yang aman, atau keduanya. Penelitian ini melibatkan 622 pelajar partisipan berusia antara 12–15 tahun.

Penelitian ini tidak melibatkan remaja yang berusia di atasnya dan program pantang melakukan hubungan seks juga tidak menitikberatkan pada larangan berhubungan badan sebelum menikah. Penelitian ini merupakan salah satu studi terpanjang dan paling ketat tentang dampak jangka panjang dari larangan melakukan hubungan seks; dan dengan jelas memperlihatkan keuntungan bagi remaja untuk menunda seks sebelum menikah.

”Bertentangan dengan apa yang banyak orang percaya, penelitian kami menunjukkan bahwa program larangan berhubungan seks yang hanya sehari menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibanding pendidikan seks yang berlangsung lama,” kata profesor psikologi komunikasi dari University of Pennsylvania School of Medicine, Amerika Serikat, John B Jemmott III Ph.D.

Direktur National Abstinence Education Association, Valerie Huber berharap, hasil dari penelitian ini membukakan mata pemerintah negara mana pun untuk kembali bergerak menggiatkan program larangan melakukan hubungan seks. ”Ini dapat menjadi perhatian para pemimpin negara di mana pun untuk mengubah kebijakan dan pendanaan pendidikannya,” tuturnya.

Mereka menjalankan sekitar delapan jam program larangan berhubungan seks per grup, delapan jam pendidikan tentang seks yang aman, dan delapan atau dua belas jam pelajaran kombinasi antara keduanya, atau delapan jam program kesehatan yang di dalamnya tidak termasuk pengetahuan tentang seks.

Dalam sesi kelompok program pantang melakukan hubungan seks, fasilitator menekankan manfaat dari larangan tersebut dan mengajarkan cara pra-remaja dan remaja ini untuk melawan tekanan untuk berhubungan seks. Program berfokus pada menunda seks sampai nanti dalam kehidupan remaja ketika mereka sudah mampu mengatasi akibat-akibat dari perbuatannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar